Kisah sahabat yang ditahan tentara Byzantium

Dari akun twitter Keluarga Mahasiswa Islam ITB @GAMAISITB

1) Pada zaman kepemimpinan Umar ra, terkisah seorg shalihin nan gigih. Abdullah bin Hudzafa ra trtangkap tentara Byzantium

2) dalam suasana penawanan yg tak layak, datang utusan kerajaan yg santun mnyampaikan pesan dr yg berkuasa untuknya, pesannya…

3) “Nyawamu akan diampuni, asalkan kau beralih menjadi nasrani” Abdullah diberi waktu 3 menit untuk memutuskan

4) 3 menit telah berlalu, dan mustahil Abdullah tak memilih Allah dan Rasul-Nya.

5) Perbincangan itu ditutup dengan kata-kata bijaksana Abdullah bin Hudzafa yaitu…

6) “Terima kasih , Anda telah memberi waktu saya 3 menit untuk memberitahu anda tentang Islam”

7) Begitulah sharusnya muslim mnggenggam Islam. Karena nikmat Iman dan Islam ini bukan apa2 dibanding yg lainnya, bahkan dgn nyawa sekalipun

8) Semoga kita menjadi golongan yang berpegang teguh memegang Islam sampai akhir hayat kita. aamiin. wallahu’alam bishawab

9) cerita barusan disadur dari buku “Versi terdalam kehidupan Rasulullah Muhammad SAW” karya Muhammad Fethullah Gullen

islamicthinking:

Allah SWT paints the sky so beautifully. #subhannallah :)

islamicthinking:

Allah SWT paints the sky so beautifully. #subhannallah :)

(Source: furples)

Satu tujuan menguatkan sebuah ikatan

Satu tujuan menguatkan sebuah ikatan

mantep-gan:

#SeminarAsik Mantep Gan di Aula SMA Pribadi. Minggu, 8 April 2012.

(via singitforlife)

dosa, taubat, putus asa, Rahmat Allah

Suatu waktu diantara adzan Maghrib dan adzan Isya, seorang adik bertanya kepadaku. Aku kenal dia sebagai orang alim. Bersahaja, apa adanya. Senyum yang murni. Bacaan al qur’an nya fasih. ketulusan terpancar dari sejuknya pandangannya. Hatinya bersih.

“Kak, aku telah melakukan dosa, aku menyesal, namun tetap gelisah sejadi-jadinya. aku selalu menyesal. bagaimana kak?”

Dalam hatiku aku bergumam “dosa itu pasti tak lebih besar daripada dosa yang rutin aku perbuat dan tak aku sadari apalagi sesali”

Dia takut dosanya tak diampuni. Miris dibandingkan orang-orang yang melakukan dosa besar, jangankan peduli ampunan. mereka malah bangga.

“Rasa sesal dalam hati atas dosa ibarat tak nyamannya melihat suatu yang kotor di suatu tempat yang bersih. bersihlah ia dengan taubat nasuha”

“tetap gelisah kak”

“sebentar lagi adzan isya, kita lanjut setelah shalat ya.”

“baiklah”

“sebelumnya, mari buka surah Az-Zumar ayat 53”

53. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa* semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

*kecuali dosa syirik

“gak boleh putus asa loh, Allah gak suka, Dia kan Maha Pengampun”


dan Adzan kemudian berkumandang.

Usai shalat, aku telah berkumpul dengan kawan-kawannya. Namun dia tak kunjung datang. menit berganti. aku melihatnya sedang membaca al-quran di sudut sana. 30 menit sudah. Kemudian dia kembali. wajahnya merah, matanya basah. pasti habis menangis.

Menangis adalah puncak sebuah emosi. sedih, haru, kecewa, kalut, bangga, bahagia. semuanya berpuncak dari tangisan. Dan begitu beruntungnya bila seseorang menangis karena Allah.

iri, bagaimana caranya agar hati ini bisa selembut miliknya. berbahagia karena rahmat Allah. Dan dia tetap selalu bertanya banyak hal pada orang jahil sepertiku. subhanallah Allah masih menutup aib-aibku.

Kerap tertegun memandangnya, berujung malu kepadaNya.

Sungguh, Allah Maha Pengasih, lagi Penyayang. Yang Maha Mengabulkan doa. Yang Maha Pengampun. Yang Memberi hidayah. Yang Menggenggam hati kita semua.

  • Imam Alī ibn Abī Ṭālib said: “The best of you at every time is one who whenever he sins, he repents. “
  • It was said: “What if he sins again?”
  • He said: “He should ask for forgiveness and repent.”
  • It was said: “What if he sins again?”
  • He said: “He should ask for forgiveness and repent.”
  • It was said: “What if he sins again?”
  • He said: “He should ask for forgiveness and repent.”
  • It was said: “For how long?”
  • He said: “Until Iblīs is defeated.”
"Masalah itu seringkali simpel. Otak kita nerjemahin yang macem macem, dicampur perasaan. Saat itu, kitalah yang ciptakan kiamat bagi hati kita."

Yasir Mukhtar (via kuntawiaji)

(Source: viskayanesya, via kuntawiaji)

wildanciw:

katanya anak pintar telah merenggut 2 hak orang lain, pertama saat dengan angkuh merebut bangku universitas, kedua saat dengan tak acuh merampas lapangan KERJA untuk mereka. so what we gonna do???
oh iya SPM ini terbuka untuk semua anak pintar (mahasiswa) di Bandung \m/

wildanciw:

katanya anak pintar telah merenggut 2 hak orang lain, pertama saat dengan angkuh merebut bangku universitas, kedua saat dengan tak acuh merampas lapangan KERJA untuk mereka. so what we gonna do???

oh iya SPM ini terbuka untuk semua anak pintar (mahasiswa) di Bandung \m/

"Aku berlindung kepada Allah dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang salah, dari pahitnya kenyataan, dari hati yang terbolak-balik, dan dari teman yang berkhianat."

— (via kuntawiaji)

"Satu hal dalam hidup yang harus kamu camkan benar-benar adalah kita tidak bisa membahagiakan semua orang. Tidak akan pernah bisa. Bahkan orang-orang baik pun, orang-orang mulia, tetap memiliki orang-orang yang tidak senang dengan keberadaan mereka."

— (via kuntawiaji)